Advertisement

© 2013-2014 All Rights Reserved. Powered by Blogger.

Perjalanan Seorang Gadis Pengidap HIV



Jingga ….
Ya memang betul itu namaku Valentina Jingga Permata Pamulang Sari Mengharap kenyaataan pahitnya kehidpuan. 15 tahun yang lalu tepatnya tinggal 21 Februari 1999 aku terlahir menjadi sesosok bayi mungil yang seharusnya disambutkebahgaian keluarga. Namun setelah Sari yang tak lain adalah ibuku melahirkanku sebagai Putra ke duanya merebut kebahgian keluarga besarku. Aku terlahir dan membawa penyakit HIV yang aku tularkan pula dalam ibuku. Entah dari mana asal penyakit itu akupun tak tahu.
Aku dibesarkan selama 10 tahun tanpa kasih sayang dari ibuku namun aku sadar, karena akulah bencana ini muncul. Tapi aku merasa bahagia karena aku masih dapat merasakan kasih sayang Ayah dan ka Kimi kaka kesayanganku mereka begitu sayang padaku, tetapi sayang aku harus kehilngan ka Kimi tepat diusiaku yang menginjak 7 tahun, pada saat itu dia berusia 15 tahun. Kejadian ini terjadi awal pada saat ka Kimi menjemputku.
“Sayang pokoknya nanti tunggu kaka jam 14.00 didepan tempat lesmu okeh” kata ka Kimi sambil mencium keningku.
“Baik apa” kataku sambil tersenyum manja .
Tak usah lah sayang anak macam ini tak usah kau manja nanti yang ada dia malas dan besar kepala kata Bunda sambil mencium pipi kanan kakaku terselipkan rasa iri dalam hatiku tapi cepat-cepat ku buang perasaan itu karana perasaan itu yang nantinya membuatku sangat sedih.
“Bukannya kamu ada acara latian basket kali ini sayang” kata Bunda tanpa menoleh padaku.
“Justru karna aku ada jadwal basket dan kebetulan tempat latianku tak jauh dari tempat les sibapao ini makanya aku jemput dia bund”
“Tidak usah Kimi kan ada bang Juli yang biasa jemput dia”
“Sudahlah bunda, kalo memang bunda tak mau menjemput jingga biarkan aku yang menjemputnya, biar aku yang menggantikan Bunda untuk menjaga dan memperhatikannya. Biar aku yang memberikan kasih sayang yang tak pernah bunda berikan!” ka Kimi mulai marah dengan sikap Bunda.
“Jingga sebaiknya kau cepat ambil tas dan ku antar kau les, cepat!”
“Bunda kenapa bunda tak pernah bisa sayang dan mengasihi putri kandung bunda sendiri Bunda!”
“Sudahlah Kimi, bunda bukan ibu kandung dia, dia hanya anak pembawa aib.”
Dari kejauhan aku hanya dapat melihat pertengkaran kak dan ibuku yang disebabkan pembelaan kakaku.
Setelah ibuku pergi lalu ka Kimi menghantarkan pada tempat biasa aku mengikuti les piano. Dalam perjalanan ka Kimi tak berhentinya mencium dan memlukku. Akupun sangat merasakan kasih sayang kakak  laki-lakiku.
“Sayang kaka janji walau bunda sangat membencimu, tapi ayah dan kaka akan slalu menjaga dan melindungimu.
“Iyah opa, jingga sayang opa”
“lekaslah turun, dan cepatlah latian agar kau cepat jadi pemain piano terhebat dan mainkan sebuah lagu terindah untukku.
Selepas aku turun dan mobil BMW warna hitam milik kakakku, mobil itu melaju dengan kekuatan kencang. Tepat pukul jam 14.00 lesku selesai aku bergegas pamit pada Bu Yanet guru lesku untuk pulang. Aku tak mau ka Kimi menungguku terlalu lama, setelah aku berpamitan aku keluar tempat lesku, tapi ternyata mobil yang tadi mengantarkanku belum terdapat pada parkiran. Lalu aku putuskan untuk duduk dibalkon dan bermain rubiku yang selalu aku bawa kemanapun.
Tiba-tiba Stela teman sekolahku yang juga sangat membenciku keluar dari tempat latian pianoku. Aku sangat berharap dia tidak membuat masalah denganku, tapi harapanku si-sia. Tiba-tiba dia menumpahkan dengan sengaja air minum pada tubuhku.
“Stela apa-apaan si kamu, kenapa menumpahkan dengan air minummu?” kataku dengan kesal.
“itu memang pantas untuk orang yang menyebalkan sepertimu, aku tak suka kau mendapatkan pujian dari Bu Yanet. Kamu itu penyakitan dan kata mamahku penyakitmu menjijikan tau!”
“Hey dasar anak nakal, ngomong apa tadi kamu sama ade kesayanganku”
“Ka Kimi” aku terkejut atas kedatangan kakaku yang benar-benar mengejutkan.
“Dia pantas mendapat pujian karna dia lebih hebat dan berbakat dari padamu, dan dai bukan orang yang menjijikan untuk kau siram!”
“maafkan tapi memang dia mempunyai penyakit menjijikan bukan”
“Tutup mulutmu dan cepat pergi dari sini sebelum kuhajar kau”
Lalu stela pergi dengan muka yang pucat, selepas kepergian stela aku dan kak pun lalu menjauh dari tempat lesku.
“Saya sudahlah, kaka minta maaf yah”
“tapi opa tidak boleh kasar ya?” opa apa bunda benci juga karna aku mengidap penyakit HIV? Apa itu HIV apa?
“Sudahlah tidak usah kau pertanyakan penyakit itu, dan
Berhentilah berkata kalau bunda membencimu!”
“Oppa awas ada mobill ... !!!”
            Setelah aku sadar aku tak tau ada di mana. Namun yang menjadi pertanyaan ku kenapa aku terbaring dan di kelilingi oleh ayah, kakek dan nenekku serta mang Juli dengan muka khawatir dimana Ibuku dan Kakakku.
            Ternyata kecelakaan ini yang mengantarkan ku ke rumah sakit ini. Dlam peristiwa ini ibuku sangat membenciku dan sangat marah padaku.
Setelah 4hari kritis akhirnya kak Kimi pun meninggal dunia karena dia sangat lemah dan kekurangan banyak darah. Kepergian kak kimi sangat membuatku terpukul, terlebih perlakuan ibuku terhadap ku yang selalu menganggap aku adalah penyebabnya.
            Pada suatu malam aku masuk pada kamar kak kimi yang selalu menjadi kebanggaan nya, tapi di sini aku tak menemukan sosok laki-laki yang pandai  sedang berkutik dengan laptop kesukaannya.kini laptop itu tak ada lagi yang menyentuhnya.aku sangat merindukan canda dan kasih sayang yang kakimi berikan.tiba-tiba ayah masuk dan menawarkanku perlengkapan makan dan isinya.
“astaga ternyata disini nampaknya anak ayah”
“ayah...ayah jingga kangen opa ayah”
“jingga opa kamu itu sudah tenang di surga kamu ga boleh sedih terus,ayah tau kamu kangen,ayah juga kangen,tapi kamu harus makan sayang”
“ayah jingga mau ketemu opa jingga kangen”
“iyah sayang tapi makan dulu yah”
“jingga berhenti merengek kamu itu sudah 8 tahuh dan kakamu itu sudah meninggal”
‘iya kimi meninggal karena anak ini,anak yang selalu membuat masalah”tiba-tiba ibuku datang dan menariku ke kamar mandi
“hey mau kau,mau apakan anakku berhenti menyiramnya dengan air,dia itu sakit sari”
“lebih di mati aku tak sudi mempunyai anak pengidap HIV”
Pertengkaran ayah dan ibukupun tak terhentikan selama 2 bulan,mereka tak hentinya bertengkar kondisi ibukupun semakin memburuk.tepat di usianya yang ke 35 beliau meninggal dia meninggalkan aku di usia yang masih belia.
Selepas meninggalnya ibuku ayahku menikah lagi, dan aku lebih memilih untuk tinggal bersama nenek dan kakekku.
            Di sini lah aku menetahui bahwa ternyata ibuku sangat mencintaiku. Ibu memperlakukanku seperti itu karna ibu tak mau aku tumbuh menjadi seorang gadis yang lembek ibu mau aku menjadi wanita yang kuat , kuat untuk mendapati hinaan dari penyakit ini.
            Pagi itu sangat cerah akupun bergegas menghabiskan sarapan pagiku dan menghampiri ke-3 sahabat karibku, sahabat yang mau menemaniku selama 15 tahun belakangan ini. Setelah ku cium pipidan kening kakek ku seperti biasa nenek mengingatkanku dan tak lupa memberikan aku bekal.
Ku lihat 3 teman ku telah menungguku dalam mobil, aku pun berlari kecil untuk menghampiri mereka.
            “Waah putri salju baru keluar nih habis nunggu pangeran” ejek Bunga
            “Pagi teman-teman maaf yah biasa aku harus minum vitamin dulu nih, tapi sebagai gantinya aku bawain bekal kesukaan kalian,” kataku (sambil menunjukan bekal makan siangku)
            “Ayolaahh cepat masuk ntar keburu macet ni, “ dengus Vita
            “Okeh, geser dong mil, badan gede banget loe, kasian tuh Jingga “ kata Bunga
            Setiap pagi memang aku harus bersesakan dengan Milla yang gendut dan Vita yang selalu ingin menaang, Kami semua menumpang pada mobil ayah Bunga . Sebenarnya aku sudah mendapatkan sopir dan mobil hadiah ulang tahunku dari ayah. Akan tetapi aku lebih suka berangkat bersama ke-3 teman ku ini.
            “Hey, ada anah baru, lumayan juga dia “
            “Aduuhh udah deh vit, cowok mana lagi sih yang lo bilang cakep ???”
            “Iya ini bener mill, Lihat tuh dia masuk ruang kelas kita “
            “Mana siihh ..? Ohh my god ,, gilaa kerenyaaa …
            “Tuhh kan ngeyeeell …”
            “Aduuh Bungaa, kayaknya tabiat ke 2 sahabat kita mulai lagi nihh,,”
            “Iyahh tau tuh mereka gak sadar apa udah masuk gini ..”
            Tenyata memang benar Rico adalah murid baru yang baru pindah dari London ikut orang tuanya pindah ke Indonesia karna ada urusan bisnis. Dan ternyata orang tua Rico merupakan rekan bisnis ayahku.
Perkenalan singkat yang akhirnya membuat kami dekat. Rico adalah anak tunggal dari pasangan Om dan Tante Liona , mereka tinggal di London untuk keperluan bisnis dan kembali ke Indonesia pada saat usianya sama dengan ku 15 tahun.
            Hari bergulir kami pun semakin akrab, sehingga kami putuskan untuk berpacaran.
Ric tak pernah mempermasalahkan penyakitku seperti orang pada umumnya, bahkan sebagai bentuk kepedulianyya dia sering mengantarkan aku pergi ke dokter sebagai penggati ayahku .
Kehidupanku kini mulai berseri layaknya bunga yang baru mekar.
            Pada suatu siang setelah aku melihat lembaran pamphlet yang menuliskan lomba karangan. Rico dengan antusias mengajakku untuk mengikutininya.sebenarnya aku tak tertarik tapi atas drongan dari 3 sahabatku aku pun mengikuti lomba itu.tak terbesit dari pikiranku lomba karanganku tentang penyakit HIV lolos dari penilaian juri dan dikirimkan ke lomba dunia.
“sayang liat apa kataku kamu pasti bisa sayang”
“bener jingga loe si pake acara  pesimis duluan” mili pun angkat bicara
“makasih ya sayang maksih juga sahabatku-sahabtku,kalian lah yang membuatku hebat”
              Ujian akhir semester sebentar lagi dimulai kami antusias menyambutnya,memang aku bintang prestasi di sekolahku,terbukti aku selalu masuk dan menempati parallel
“jingga kali ini aku tantang kamu untuk mengalahkan nenesihir itu”
“aduh viata apa dan siapa sih yang kamu maksud nene sihir” tanyaku
“aduh sweetiku yang di maksud vita itu ya si stela nene sihir belagu itu ya ga bunga”kata mili sambil tersenyum
“aduh engga deh aku ga mau bikin masalah sama dia”
“udah deh tantanganku gampang ko,tinggal kamu rebut parallel satu dari sinene sihir itu dan nanti aku dan temen-temen kasih loe hadiah deh”
                Tantangan semangat dan hinaan dari stela yang membuatku menerima tantangan vita,mungkin selama ini aku selalu diam saat aku di hina dan di rendahkan oleh stela.tapi saat stela mencoba untuk merebut rico aku tak bisa membiarkan itu.ujian akhir semesterpun selesai.
  “sayang lihatlah kamu berhasil mengalahkan stela dan kamu lulus dengan nilai bagus”
“iyah-iyah aku berhasil membuktikan pada stela dan dunia bahwa gadis HIV bukanlah gadis menjijihkan namun,juga dapat berprestasi.
                Tanpa kasih sayang ibu akupun dapat membuktikan pada dunia akupun dapat bahagia bersama keluarga,teman dan tentunya Rico.

TAMAT

separador

0 komentar:

Advertisement

Blog Kisah Remaja