Advertisement

© 2013-2014 All Rights Reserved. Powered by Blogger.

Materi Keputrian - Belajar Dari Kupu-kupu


”Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu2 tsb berjuang keras selama berjam2 untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.”

Kemudian, tampaknya usaha tsb sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti.

Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan.


Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu2 itu.

Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu.Kemudian kupu2 itu keluar dengan sangat mudahnya

Tapi apa yg terjadi? Kupu2 itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang

Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu2 itu sendiri.

Semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi !

Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat.

Kupu kupu tsb tidak pernah bisa terbang

Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu2 dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN.

Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini

Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan,hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu2 itu.

Kita meminta Kekuatan...dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.

Kita meminta kebijaksanaan...dan TUHAN memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

Kita meminta kemakmuran...dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

Kita meminta Keberanian...dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.

Kita meminta Cinta...dan TUHAN memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.

Kita meminta pertolongan...dan TUHAN memberi kita kesempatan

“ Kita tidak menerima apa yang kita inginkan....,
Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. "

Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu. 
Send this message to your friends and show them how much you care. Send it to anybody that you consider a FRIEND, even if this means to send it to the same person that conveyed it to you. If this message returns to you, you can be sure that your circle of friendship is made out of true friends.

Read more...
separador

Ikan Kecil dan Air


Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.
Read more...
separador

Tiga Kata Itu Tidak Cukup Sayang

"Tiga Kata Itu Tidak Cukup Sayang"

Pada siang yang cerah dan suasana alam yang tenang, sepasang kekasih yang bernamakan Alsyira dan Linear sedang duduk bersama di dekat pohon. Mereka berdua saling berpegangan tangan dan terdiam. Pada akhirnya Alsyira pun memulai pembicaraan.

Alsyira: Apakah dirimu benar mencintaiku?

Linear: Tentu saja, sayang..

Alsyira: Aku ingin mendengar dari lidahmu sendiri. Bukan dirimu mengatakannya saat aku bertanya saja.

Linear: Ahhh... kukira aku tak harus sampai begitu.

Alsyira: Lho, mengapa tidak?

Linear: Hmm... karena apa yah...

Alsyira: Aku kan hanya ingin dirimu mengatakan kalau dirimu mencintai aku. Itu saja, kenapa begitu saja sulit?

Linear: Tapi aku tidak bisa mengungkapkannya

Alsyirapun mulai menangis sesenggukan. Pikirannya mulai kabut dan ia pun yakin bahwa Linear tidak serius menjalin hubungan dengannya. Ia hanya bermain-main, dan ia tak pernah mencintainya secara tulus dari hatinya.

Alsyira: Kalau begitu dirimu tidak mencintaiku! Mengapa? Mengapa dirimu begitu tega terhadapku?

Linear: Jadi, apakah dirimu benar-benar ingin tahu?

Alsyira: Tentu saja! (bentaknya)

Linearpun meraih bahu Alsyira dan memeluk tubuh kecilnya itu dengan erat. Mencium keningnya dengan perlahan dan berbisik di telinganya, "Karena tiga kata itu tidak akan cukup untuk menggambarkan betapa aku begitu mencintaimu, sayang..."

Cinta tidak akan pernah cukup diungkapkan hanya lewat tiga kata 'Aku cinta kamu'. Percayalah, cinta itu lebih dari hanya sekedar untaian kata kata tersebut
Read more...
separador

Advertisement

Blog Kisah Remaja